TEORI DASAR MUSIK

 

APA ITU SENI MUSIK ?

Seni musik adalah seni yang disampaikan melalui media suara manusia atau suara alat musik.

NADA

Nada adalah bunyi yang beraturan, yaitu memiliki frekuensi tunggal tertentu. Dalam teori musik, setiap nada memiliki tinggi nada atau tala tertentu menurut frekuensinya ataupun menurut jarak relatif tinggi nada tersebut terhadap tinggi nada patokan. Nada dasar suatu karya musik menentukan frekuensi tiap nada dalam karya tersebut. Nada dapat diatur dalam tangga nada yang berbeda-beda. Istilah “nada” sering dipertukarkan penggunaannya dengan “not”, walaupun kedua istilah tersebut memiliki perbedaan arti.

 

Nada dalam not dibedakan bentuknya menjadi 3 yaitu :

  1. Not angka : not yang dilambangkan dengan angka, misal 1 (do), 2 (re) dst, Not angka dibedakan menjadi 3 yaitu : oktaf tinggi oktaf sedang , dan oktaf rendah,
  2. Not huruf : not yang dilambangkan dengan huruf, misal C, D, E, F dst, Notasi huruf dibedakan menjadi 5 yaitu oktaf kecil, oktaf bergaris 1, oktaf besar, oktaf kontra dan sub kontra,
  3. Not balok : sistem penulisan lagu atau karya musik lainnya yang dituangkan dalam bentuk gambar. Not balok didasarkan pada paranada dengan lambang untuk tiap nada menunjukkan durasi dan ketinggian nada tersebut. Tinggi nada digambarkan secara vertikal sedangkan waktu (ritme) digambarkan secara  horisontal. Durasi nada ditunjukkan dalam ketukan.

 

Istilah dalam not balok

PARANADA adalah lima garis lurus yang berjajar mendatar dan berjarak sama. Paranada digunakan untuk menuliskan lambang-lambang bunyi sesuai dengan sifat nada yang dilambangkan.

 TANDA KUNCI  adalah tanda untuk menetapkan letak salah satu nada dalam Not-balok. Untuk menulis partitur gitar digunakan tanda kunci G, artinya dalam not balok tersebut nada G terletak pada garis ke-2.

BIRAMA adalah gerak melody yang teratur dalam sebuah lagu atau karya musik lainnya. Garis birama adalah garis yang dituliskan secara tegak lurus dengan paranada yang berfungsi untuk membatasi antar ruas birama yang satu dengan ruas birama yang lainnya.

BAR (ruas birama) adalah ruas yang terdapat diantara dua garis birama. bar berfungsi untuk menuliskan not sesuai dengan birama yang dipergunakan. nilai not dalam suatu bar selalu sama. mungkin sobat sering menjumpai nilai not yang terdapat pada bar pertama dan bar terakhir berbeda dengan bar-bar lainnya. tetapi apabila nilai not yang terdapat pada kedua bar tersebut sobat jumlahkan, maka akan sama dengan bar-bar lainnya.


GARIS PENUTUP  adalah dua buah garis tebal tipis yang dituliskan tegak lurus dengan paranada yang berfungsi sebagai petunjuk berakhirnya sebuah lagu atau karya musik lainnya.

RITME

Ritme adalah pengaturan bunyi dalam waktu. Birama merupakan pembagian kelompok ketukan dalam waktu. Tanda birama menunjukkan jumlah ketukan dalam birama dan not mana yang dihitung dan dianggap sebagai satu ketukan. Nada-nada tertentu dapat diaksentuasi dengan pemberian tekanan (dan pembedaan durasi).

NOTASI

Notasi musik merupakan penggambaran tertulis atas musik. Dalam notasi balok, tinggi nada digambarkan secara vertikal sedangkan waktu (ritme) digambarkan secara horisontal. Kedua unsur tersebut membentuk paranada, di samping petunjuk-petunjuk nada dasar, tempo, dinamika, dan sebagainya.

MELODI

Melodi adalah serangkaian nada dalam waktu. Rangkaian tersebut dapat dibunyikan sendirian, yaitu tanpa iringan, atau dapat merupakan bagian dari rangkaian akord dalam waktu (biasanya merupakan rangkaian nada tertinggi dalam akord-akord tersebut).

Melodi terbentuk dari sebuah rangkaian nada secara horisontal. Unit terkecil dari melodi adalah Motif. Motif adalah tiga nada atau lebih yang memiliki maksud atau makna musikal. Gabungan dari Motif adalah Semi Frase, dan gabungan dari Semi Frase adalah Frase (Kalimat). Sebuah Melodi yang paling umum biasanya terdiri dari dua Semi Frase yaitu kalimat tanya (Antisiden) dan kalimat jawab (Konsekuen).

 

HARMONI

Harmoni secara umum dapat dikatakan sebagai kejadian dua atau lebih nada dengan tinggi berbeda dibunyikan bersamaan, walaupun harmoni juga dapat terjadi bila nada-nada tersebut dibunyikan berurutan (seperti dalam arpeggio). Harmoni yang terdiri dari tiga atau lebih nada yang dibunyikan bersamaan biasanya disebut akord.


TANGGA NADA

Tangga Nada merupakan susunan berjenjang dari nada-nada pokok suatu sistem nada, mulai dari salah satu nada dasar sampai dengan nada oktafnya, misalnya do, re, mi, fa, so, la, si, do

 

TANGGA NADA MAJOR

Dalam teori musik, skala mayor atau tangga nada mayor adalah salah satu Tangga nada diatonik. Skala ini tersusun oleh delapan not. Interval antara not yang berurutan dalam skala mayor adalah :

1, 1, 1/2, 1, 1, 1, 1/2

 

Sebagai contoh, tangga nada A major adalah C, D, E, F, G, A, B, C’

Ciri-ciri tangga nada mayor :

  • Moodnya riang gembira
  • Bersemangat
  • Biasanya diawali dan diakhiri dengan nada Do
  • Mempunyai pola interval : 1 , 1 , ½, 1 , 1 , 1, ½

 

TANGGA NADA MINOR

Dalam teori musik, tangga nada minor adalah salah satu tangga nada diatonik. Tangga nada ini tersusun oleh delapan not. Interval antara not yang berurutan dalam tangga nada minor (asli) adalah :

1, 1/2, 1, 1, 1/2, 1, 1.

Sebagai contoh, tangga nada A minor adalah Am, Bm, Cm, Dm, Em, Fm, Gm, Am’

Tangga nada minor dapat dilihat sebagai mode musik keenam dalam tangga nada mayor. Tangga nada minor kadangkala dianggap mempunyai bunyi yang cenderung lebih sedih dibandingkan dengan tangga nada mayor.

Ciri-ciri tangga nada minor :

  • Moodnya sedih
  • Kurang Bersemangat
  • Biasanya diawali dan diakhiri dengan nada La = A
  • Mempunyai pola interval : 1, ½ , 1 , 1 , ½ , 1 , 1

 

TANGGA NADA PENTATONIK

Skala Pentatonik atau Tangga Nada Pentatonik adalah suatu skala yang terdiri lima nada untuk setiap oktafnya, Penta (lima) dan Tonik (nada), jadi nada pentatonik ini menghilangkan nada ke-4 + nada ke-7 (tipe A) dan nada ke-2 + nada ke-6 (tipe B) dari 8 nada setiap oktafnya.

Diatonik                  (c – d – e – f – g – a – b – c’)  = 1 oktaf

Pentatonik tipe A    ( c – d – e – g – a – c’ ) tanpa ‘f’ dan ‘b’

Pentatonik tipe B    ( c – e – f – g – b – c’ ) tanpa ‘d’ dan ‘a’

 

SKALA PENTATONIK

 

 

 NADA DASAR

Nada Dasar adalah nada pertama yang terdapat pada sebuah tangga nada.

Cara mencari nada yang digunakan dalam sebuah tangga nada adalah dengan menggunakan interval scale Major     1-1-1/2-1-1-1-1/2

POLA NADA DASAR

Pola dalam sebuah nada dasar :

Cara mencari chord dalam sebuah nada dasar adalah dengan menggunakan Pola 1-4-5 untuk Chord Major dan 2-3-6 untuk Chord Minor

Kesimpulannya seperti ini :

Urutan 1 chords selalu major

Urutan 2 chords selalu minor

Urutan 3 chords selalu minor

Urutan 4 chords selalu major

Urutan 5 chords selalu major

Urutan 6 chords selalu minor

Urutan 7 chords selalu diminished

 

Untuk mulai belajar dan memproduksi sebuah komposisi musik, teori dasar musik yang sudah dijelaskan diatas menjadi sebuah keharusan karena menjadi pondasi dalam membangun struktur sebuah komposisi.

Semoga bermanfaat.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *